I Love Songket Aceh

Aceh sejak dulu terkenal sebagai daerah perdagangan dan penghasil tenun sutera ekspor berkualitas prima, sebagaimana tertuang dalam Hands of Time The Craft of Aceh (Tangan-tangan Terampil) karangan Barbara Leigh. Leigh pernah meneliti di Aceh dalam kurun waktu 1970-an hingga 1990-an dan hasil risetnya turut menceritakan antara lain tentang tenun songket Aceh.

Saat ini kita masih bisa menelusuri jejak pengrajin tenun songket Aceh di sejumlah desa seperti Desa Siem yang pernah begitu dikenal kelembutan dan kecemerlangan motif-motifnya yang rumit dan indah. Untuk mengembalikan kejayaan tenun songket Aceh, perlu upaya serius. Upaya tersebut antara lain; memasukkan menenun sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah, di samping dukungan dalam pengembangan produksi dan pemasaran mahakarya tenun songket Aceh.

Bersama teman-teman di komunitas I Love Songket Aceh dan memanfaatkan sosial media, kami berupaya mengumpulkan kembali jejak-jejak tenun songket Aceh. Konon, tenun songket Aceh pernah berjaya di sejumlah wilayah di Aceh seperti Pidie, Aceh Besar dan wilayah Barat-Selatan Aceh. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin insya Allah tenun songket Aceh akan kembali mendunia.

Foto Azhar Ilyas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s