Etika Bersosial Media untuk Internet Sehat

Arus informasi yang sedemikian cepat dan beragam memberi kemudahan sekaligus peluang kerugian bagi penggunanya. Informasi dapat menjadi bahan bakar bagi pencerdasan dan penyejahteraan umat manusia, namun di sisi lain dapat menjadi alat tumbuh kembang propaganda hal-hal negatif yang mengancam peradaban manusia itu sendiri. Sayangnya, menutup diri sama sekali dari informasi juga belum tentu dapat menjadi pilihan yang bijak. Oleh karena itu etika dalam bersosial media menjadi semakin penting untuk menjadi pedoman dalam berinternet secara sehat, sehingga semakin banyak manfaat yang dapat diperoleh dalam berinternet.

Ada beberapa kiat penting untuk dapat menyaring informasi yang berseliweran di dunia maya.

Pertama, dapatkan informasi dari sumber yang jujur dan terpercaya. Kiat-kiatnya antara lain:

  • Jadilah pengakses informasi yang tenang (woles) dan kritis. Selidiki dan cari tahu kredibilitas pemberi informasi, jangan langsung dipercaya.
  • Bila sumber informasi tidak dikenal — misalnya blog yang tidak mencantumkan identitas penulis — cobalah memeriksa kebenaran informasi tersebut pada ahli yang kompeten, referensi jurnal penelitian yang akurat dan kredibel atau media mainstream yang diperkuat oleh jurnalis handal dan terpercaya.
  • Waspadalah terhadap hasil pencarian di halaman pertama mesin pencarian. Muncul di halaman pertama, belum tentu informasi tersebut berasal dari sumber informasi yang akurat, kredibel dan independen. Ada banyak trik untuk memunculkan artikel di halaman pertama yang dapat Anda pelajari dalam seminar-seminar internet marketing atau bahkan dari sekedar browsing internet.

Kedua, jangan membicarakan orang lain; jangan terjebak pada gosip. Kiat-kiatnya antara lain:

  • Bila ada yang mengajak Anda untuk menggosip atau membicarakan orang lain, bersikaplah menghindar. Sebuah hukum tidak tertulis menyatakan, orang yang dengan mudahnya membicarakan orang lain di hadapan Anda akan dengan mudah saja membicarakan Anda di hadapan orang lain.
  • Bila memang benar-benar harus membicarakan orang lain, cek tingkat kepentingannya. Dalam agama Islam, memang ada membicarakan orang lain (baca: ghibah) yang dibolehkan. Namun hanya pada kondisi-kondisi tertentu saja seperti penyelesaian kasus hukum atau meminta fatwa mengenai suatu persoalan. Lebih lanjut dapat ditanyakan kepada ahli agama.
  • Pada dasarnya apa yang kita bicarakan menjadi tolak ukur kualitas diri. Pepatah bijak mengatakan teko hanya mengeluarkan isi teko. Pastikan apa yang kita bicarakan adalah manfaat, ilmu, ide, solusi dan gagasan, alih-alih sekedar membahas kehebohan peristiwa atau bahkan mencela satu sama lain.

Ketiga, pahami karakteristik pergaulan di dunia maya (internet). Kiat-kiatnya antara lain:

  • Sadari pengguna internet berlatar belakang adat istiadat, sosial-budaya dan wilayah yang berbeda-beda. Demikian pula latar belakang pendidikan dan kecakapan mengelola emosi.
  • Sadari bahwa sosial media selalu menyala selama 24 jam selama kita mengaktifkan perangkat berinternet kita. Hal ini penting, karena seringkali ketergantungan pada internet membuat kita lupa akan waktu; lupa menjaga makan, istirahat dan kewajiban lainnya. Hal tersebut juga dapat berpengaruh pada perilaku dan kejiwaan kita selama bersosial media.
  • Sosial media atau internet hanya merupakan sarana. Tidak berarti semua yang dari internet itu telah dapat dipastikan kebenarannya, keakuratannya dan kejelasannya. Informasi yang disebarluaskan tentu saja tidak terbebas dari sudut pandang yang dapat berubah-ubah, kepentingan yang bisa jadi saling bertolak belakang serta proses perjalanan “pesan berantai” informasi yang memungkinkan pesan pertama tidak sampai secara utuh kepada penerima informasi paling akhir.

Demkian kiat bersosial media secara sehat untuk dunia pergaulan internet yang aman dan nyaman. Tetap sebarkan semangat positif dan bersikap waspada terhadap sebaran informasi yang belum teruji kebenaran, keakuratan dan kejelasannya. Salam internet sehat.

fb_img_1453296128539

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s