Dan Cinta Katanya Selalu Tergesa-gesa

Romeo ingat sewaktu dia pertama kali belajar puasa. Hanya masih sanggup sampai jam 08.30 saja. Pukul 7 pagi sudah melihat-lihat ke dapur. Bukan memberi makan piaraannya dari sisa makanan sahur tapi untuk memastikan menu bukaannya sudah tersedia. Sie reuboh — kuliner berbahan daging sapi yang biasanya tahan hingga sebulan.

Hari pertama, kedua, ketiga, tak terasa berlalu. Pernah juga karena alpa Romeo membuka tudung saji lebih awal. Tapi karena lupa, dia diberitahu Ustaz masih bisa melanjutkan puasanya. Setengah hari sampai juga Romeo berpuasa.

Sebulan lamanya, khatam juga. Selang-seling puasa dapat juga 15 hari. Setengah-setengah. Meski Dolas, teman sekelasnya menyoraki, “Puasa not-not, cok uroe pajoh bue saboh kanoet.” (Puasa not-not, siang hari makan nasi satu kanoet/periuk).

Lebaran pun tiba. Romeo tak harus lagi merasa bersalah karena berlebaran tanpa puasa. Empat hari jelang malam takbiran tukang pos mengantarkan parsel lebaran. Mata kecil Romeo berbinar menatap bingkisan itu. Sebuah kartu ucapan manis dibukanya.

“Kamu harus menunggu malam lebaran ya, biar kita buka sama-sama”, pinta Monique, sang kakak sambil merapikan mukenanya sebelum bergegas Tarawih. 

Romeo mengangguk. Dia sudah membayangkan bingkisan mana dulu yang hendak dibukanya. Kaleng permen dengan kemilau warna-warni, atau sekotak biskuit cookies yang renyah. Gula-gula marshmallow itu juga cukup enak.

Ibu dan Ayah memeluk erat putra-putrinya. “Cutkak sudah mampu puasa sebulan penuh. Cut abang sudah bisa puasa setengah-setengah hari.”

“Iya, Ayah”, sahut mereka kompakan.

Suara takbir bertalu-talu dari meunasah. Seperti biasanya, pawai takbir keliling akan dilangsungkan selepas shalat Isya. Romeo bergegas menuju ke meunasah. Sampai-sampai sandalnya tertukar sebelah.

Banda Aceh, 30 Mei 2017

Roti Kukus Sari Kaya

A : Terima kasih hantaran menu berbuka puasanya

B : Iya, sama-sama

A : Coba perhatikan, ada yang janggal nggak?

B : Hmm, apa ya?

A : Hayo, coba lebih teliti lagi.

B : Apa yaa?

A : 😀

B : Ooh iya, kok udah dimakan sebagian. Beduknya khan belum lagi? Hayoo, ada yang nggak puasa ya?

A : Hehehe. Iya nih, masih sakit. Belum kuat puasa lagi.

B : Yowes dah, lekas sembuh ya.

A : Terima kasih.

B : Sama-sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s